Minggu, Mei 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kapal Pelaku Illegal Fishing Ditenggelamkan, Nilai Tukar Nelayan Naik 10 Persen

redaksi
12 Mei 2019
Kategori : Berita
0
Tuna loin

FOTO: DOK. DARILAUT.ID

SELAMA empat tahun lebih kapal ikan asing pelaku illegal fishing ditenggelamkan, telah memberikan imbas positif. Secara bisnis terjadi peningkatan nilai ekspor dan angka nilai tukar nelayan (NTN).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudijastuti mengatakan, penenggelaman kapal ikan yang dilakukan selama ini memberikan keuntungan yang sangat besar bagi negara jika dihitung secara sumberdaya maupun bisnis. Secara sumberdaya, tercatat bahwa biomassa laut Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Biomassa laut kita tumbuh 300 persen dibandingkan sebelumnya. Lebih subur, lebih banyak ikannya, lebih besar-besar ukurannya,” kata Susi.

Sekarang ini, menurut Susi, tuna Indonesia sudah menjadi nomor satu di dunia. Produksi ekspor Indonesia ini nomor dua yang masuk ke pasar Eropa.

Satu hal luar biasa, yang jika dinilai dengan uang pun bisa mencapai miliaran dollar. Nilai tukar nelayan juga naik lebih dari 10 persen dalam empat tahun ini.

“Satu hal yang jelas efeknya dan jelas hasilnya dari peperangan melawan illegal fishing,” ujarnya.

Kalau dihitung secara bisnis, perang melawan pencuri ikan itu adalah bisnis yang sangat menguntungkan untuk negara.

Tanpa Bahan Pencemar

Penenggelaman kapal tidak lagi dilakukan dengan cara diledakkan, melainkan dengan melubangi badan kapal. Untuk memudahkan kapal tenggelam ke dasar perairan, juga dimasukkan pasir dan batu ke dalam badan kapal.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: illegal fishingkapal ikan asingNilai Tukar Nelayan
Bagikan6Tweet1KirimKirim
Previous Post

13 Kapal Ikan Asing Pelaku Illegal Fishing Ditenggelamkan di Natuna

Next Post

Menteri Susi: Penegakan Hukum Pagar Terbaik Laut Kita

Postingan Terkait

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

23 Mei 2026
Perempuan Berisiko Terkena Dampak Wabah Ebola

Perempuan Berisiko Terkena Dampak Wabah Ebola

23 Mei 2026

Belum Ada Vaksin, Risiko Ebola ‘Sangat Tinggi’ di Kongo, Diduga 750 Kasus dan 177 Kematian

Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Bertindak Lokal Memulihkan 30% Ekosistem yang Terdegradasi

Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Gorontalo Bahas Jurnalisme Berintegritas di Temu Jurnalis

“HELLO STROKE” Platform Kesehatan Digital Kerja Sama UNG dan Monash University

UNG Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia

Indonesia Penghasil Biji Kakao dengan Karakter Rasa Khas

Next Post
Menteri Susi: Penegakan Hukum Pagar Terbaik Laut Kita

Menteri Susi: Penegakan Hukum Pagar Terbaik Laut Kita

Komentar tentang post

TERBARU

Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Perempuan Berisiko Terkena Dampak Wabah Ebola

Belum Ada Vaksin, Risiko Ebola ‘Sangat Tinggi’ di Kongo, Diduga 750 Kasus dan 177 Kematian

Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Bertindak Lokal Memulihkan 30% Ekosistem yang Terdegradasi

Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Gorontalo Bahas Jurnalisme Berintegritas di Temu Jurnalis

“HELLO STROKE” Platform Kesehatan Digital Kerja Sama UNG dan Monash University

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Yinxing Terbentuk di Timur Filipina

Ini Kode Etik Pelaut Indonesia

Sembilan Bukti Biota Laut Konsumsi Plastik di Indonesia

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia: Memanen Kakao Tanpa Merusak Hutan Cagar Alam

Semenanjung Yucatan Sedang Menghadapi Hurricane Milton

Sistem Peringatan Dini, BMKG Memadukan Teknologi dan Kearifan Lokal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.