Darilaut – Gempa bumi tektonik magnitudo (M) 6,2 terletak di Laut Banda pada Senin (24/8), pukul pukul 21.10.20 WIB.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,68° Lintang Selatan – 127,51° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 166 km barat laut Maluku Barat Daya. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto mengatakan analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1 pada kedalaman 39 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat penyesaran dasar Laut Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Wijayanto.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Kepulauan Romang, Maluku Barat Daya; Damer, dan Maluku Barat Daya.
Hingga pukul 21:26 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat, kata Wijayanto.



