Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.
Kondisi ini dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang
Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG peningkatan curah hujan berkaitan dengan menguatnya Monsun Asia, ditandai oleh dominasi aliran angin timur laut dari daratan Asia menuju kawasan maritim tropis Indonesia.
Selain itu, nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang terpantau bernilai negatif di sebagian wilayah Indonesia mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal dan meningkatnya aktivitas konveksi.
Kondisi ini turut mendukung terbentuknya awan hujan secara lebih intensif dan persisten di sejumlah wilayah Indonesia, kata BMKG.
Di sisi lain, kombinasi fenomena Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTT, NTB, Maluku dan Papua yang berkontribusi terhadap penguatan proses konvektif di kawasan tersebut.
Prospek Cuaca Periode 10 – 12 Februari 2026
BMKG mengatakan cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.




