Darilaut – Gunung Anak Krakatau Erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB. Erupsi tersebut disertai terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.
Terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
Gunung Anak Krakatau terletak di perairan Selat Sunda, secara administratif masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Gunung api yang berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra itu, aktivitasnya berlangsung hingga Sabtu (5/9).
Secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari. Dalam pemantauan visual, gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sementara asap kawah tidak teramati.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan gunungapi untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D, mengatakan, kekhawatiran masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung, terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian pemerintah.



