Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui informasi terkait dampak erupsi dan dinamika sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Hingga Senin (7/9) pagi, BMKG memonitor sebaran abu vulkanik berdampak langsung pada penutupan sementara operasional delapan bandar udara (bandara) di Pulau Jawa dan Sumatra.
Merespons dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi saat ini. Ia menegaskan bahwa BMKG bersama seluruh instansi terkait terus mengawal dan memantau pergerakan abu vulkanik serta potensi bahaya bencana secara nonstop selama 24 jam.
“Masyarakat tidak perlu panik,” kata Faisal, Senin (7/9), langkah penutupan sementara delapan bandara merupakan bentuk mitigasi proaktif dan respons cepat otoritas penerbangan demi menjamin keselamatan perjalanan kita bersama.
Faisal meminta masyarakat di wilayah yang terpapar sebaran abu vulkanik untuk tetap waspada, menjaga kesehatan secara mandiri, dan hanya merujuk pada kanal informasi resmi.
Warga di area terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker serta kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar. Mari kita saling menjaga kelompok rentan di sekitar kita, kata Faisal.




