Darilaut – Kedatangan El Niño dari Pasifik Khatuliswa yang memengaruhi iklim global ribuan kilometer dapat dideteksi. El Niño semakin menguat di saat kondisi suhu yang sudah lebih panas, menjadi ujian bagi kemampuan dunia beradaptasi dengan perubahan iklim.
Bermula di wilayah tropis Pasifik yang berjarak ribuan kilometer, El Niño kembali menguat dan mengubah pola curah hujan serta suhu dengan cara yang dapat memengaruhi hasil panen dan pasokan pangan di berbagai wilayah.
Namun, tidak seperti banyak bencana lainnya, fenomena ini dapat dideteksi kedatangannya. Para ahli PBB menyatakan bahwa bulan-bulan mendatang memberikan kesempatan bagi berbagai negara untuk tidak hanya melindungi panen berikutnya dan ketahanan pangan kita, tetapi juga bersiap menghadapi iklim yang lebih sulit diprediksi dalam jangka panjang.
El Niño semakin menguat di tengah kondisi dunia yang sudah lebih panas, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, banjir, dan gagal panen di beberapa wilayah penghasil pangan terpenting di dunia.
Pada Selasa (22/9) pagi yang dingin dan basah menyambut para presiden dan perdana menteri yang tiba di Markas Besar PBB di New York, saat Debat Umum ke-81 dimulai.
Cuaca tersebut tidak menghambat aktivitas di dalam gedung. Para pemimpin bergerak di antara Aula Majelis Umum, pertemuan bilateral, dan rangkaian acara yang padat.




