Darilaut – Masalah kekeringan, banjir, suhu ekstrem, kenaikan permukaan laut, hingga tekanan yang meningkat terhadap ketersediaan pangan dan air berpotensi diperparah oleh El Niño.
Langkah persiapan bisa jadi sangat praktis: penggunaan benih tahan kekeringan, peningkatan penyimpanan air, perbaikan kualitas tanah, perlindungan ternak, serta sistem peringatan dini yang menjangkau petani cukup awal agar mereka dapat mengubah jadwal tanam atau jenis tanaman.
Asisten Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) sekaligus penanggung jawab bidang iklim, Kaveh Zahedi, mengatakan, El Niño kali ini terjadi di atas kondisi dasar suhu yang jauh lebih tinggi. El Niño terjadi di dunia yang lebih panas, yang berarti dampaknya akan semakin diperparah.
“Banyak hal yang bisa kita lakukan,” ujar Zahedi seperti dikutip dari UN News.
“Kita masih memiliki waktu persiapan… [namun] kita harus bertindak cepat karena kesempatan yang ada semakin terbatas,” katanya. “Langkah-langkah ini harus sudah diterapkan paling lambat bulan Februari atau Maret demi mengamankan panen berikutnya.”
Investasi yang membantu petani menghadapi El Niño dibutuhkan untuk menghadapi iklim yang lebih panas dan sulit diprediksi.
Pengelolaan air yang lebih baik, peringatan dini, tanaman dan ternak yang tangguh, tanah yang lebih sehat, serta ekosistem yang lebih kuat—semuanya bermanfaat untuk kedua tujuan tersebut.




