Senin, Juli 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gejala Sengatan Ubur-ubur Irukandji

redaksi
9 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Irukandji

Beberapa ubur-ubur Irukandji yang ditangkap di pantai Far North Queensland selama musim sengatan pada 2015-2016. FOTO: MARK RIGBY/ABC

UBUR-UBUR Irukandji termasuk salah satu spesies yang memiliki racun. Jenis ubur-ubur ini mendiami perairan laut utara Australia.

Yang terkena sengatan, dikenal sebagai sindrom Irukandji. Ada sekitar 16 spesies Irukandji yang diketahui, di antaranya Carukia barnesi, Malo kingi, Malo maxima, Malo filipina dan Malo bella adalah yang paling terkenal.

Gejala-gejala sindrom Irukandji pertama kali didokumentasikan oleh Hugo Flecker pada tahun 1952.

Irukandji diambil dari nama orang -orang Irukandji, yang membentang di sepanjang jalur pantai utara Cairns, Queensland.

Ubur-ubur yang pertama diidentifikasi Carukia barnesi. Jellyfish ini diidentifikasi pada 1964 oleh Jack Barnes.

Untuk membuktikan bahwa itu adalah penyebab sindrom Irukandji, Barnes menangkap ubur-ubur kecil dan membiarkan menyengatnya. Putra Barnes yang berusia 9 tahun dan seorang penjaga pantai mengamati gejala-gejalanya. Kemudian membawanya ke unit perawatan intensif .

Toksikolog Australia, Jamie Seymour, pernah membuat film dokumenter tentang ubur-ubur ini, yang disebut ‘Killer Jellyfish’.

Pada 2015, peneliti Queensland Utara menemukan bukti bahwa ubur-ubur Irukandji aktif berburu mangsa.

Gejala sengatan ubur-ubur Irukandji tidak langsung muncul. Tanda-tanda sengatan Irukandji akan terasa pada menit ke 5 hingga 45, setelah insiden sengatan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AustraliaJellyfishSengatan Ubur-ubur
Bagikan15Tweet9KirimKirim
Previous Post

Irukandji, Ubur-ubur Penyengat di Pulau Fraser Australia

Next Post

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

Postingan Terkait

UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

27 Juli 2026
Topan Noul Melemah Menjadi Depresi Tropis di Pedalaman Cina

Topan Noul Melemah Menjadi Depresi Tropis di Pedalaman Cina

27 Juli 2026

Musibah Kecelakaan Laut di Teluk Tomini, Gubernur Gorontalo Minta Basarnas Cari Nakhoda yang Hilang

Kapal Cepat yang Ditumpangi 11 Wisatawan Eropa Masuk Air, Patah, Miring dan Tenggelam di Teluk Tomini

Spanyol dan Prancis Berjuang Melawan Kobaran Api Besar, Kebakaran Hutan Meningkat di Eropa

Topan Noul Mendarat di Dekat Pinghai, Pantai Provinsi Guangdong

Topan Noul Akan Mendarat Dekat Shanwei, 340 Ribu Orang Dievakuasi di Provinsi Guangdong

Musibah Kecelakaan Laut di Teluk Tomini, Disparekrafpora Provinsi Gorontalo: Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari

Next Post
Nomura

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

Topan Noul Melemah Menjadi Depresi Tropis di Pedalaman Cina

Musibah Kecelakaan Laut di Teluk Tomini, Gubernur Gorontalo Minta Basarnas Cari Nakhoda yang Hilang

Kapal Cepat yang Ditumpangi 11 Wisatawan Eropa Masuk Air, Patah, Miring dan Tenggelam di Teluk Tomini

Spanyol dan Prancis Berjuang Melawan Kobaran Api Besar, Kebakaran Hutan Meningkat di Eropa

Topan Noul Mendarat di Dekat Pinghai, Pantai Provinsi Guangdong

AmsiNews

REKOMENDASI

Selama 2023 BRIN Hasilkan 2388 Judul Riset

UNG Presentasi Tahap II Lomba Anugerah Humas Diktiristek 2024

Tinggi Intensitas Pengeboman Ikan di Raja Ampat

Foto: Sampah di Kota Palu

Runtuhnya Bendungan Tailing Brumadinho di Brasil

1.500 Ekor Tukik Dilepas di Pantai Kemiren Cilacap

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.