Sabtu, Juni 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

redaksi
9 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Nomura

Nomura, ubur-ubur raksasa sering terlihat di perairan Cina dan Jepang. FOTO: THE ASHAI SHIMBUN/ABC

UBUR-UBUR (Jellyfish) ada yang mencapai ukuran yang besar. Seperti Nomura. Ukurannya mencapai dua meter dengan berat 200 kilogram.

Nomura (Nemopilema nomurai) tergolong ubur-ubur terbesar di dunia.

Spesies ini diberi nama Nomura sebagai penghormatan kepada Direktur Jenderal Stasiun Percobaan Perikanan Prefektur Fukui Kan’ichi Nomura.

Pada awal Desember 1921 Nomura mengirim spesimen ini dalam tanki kayu 72 liter kepada Profesor Kishinouye.

Ubur-ubur Nomura hidup di perairan antara Cina dan Jepang, terutama di Laut Kuning dan Laut Cina Timur.

Tercatat, pada 2009, kapal ikan seberat 10 ton, Diasan Shinsho-maru, terbalik di Chiba Teluk Tokyo karena tiga nelayan berusaha mengangkat jaring yang berisi lusinan ubur-ubur Nomura. Ketiga nelayan ini kemudian diselamatkan kapal ikan lainnya.

Dulu, ubur-ubur ini hanya terlihat setiap 30 tahun sekali. Kini Nomura dapat terlihat setiap tahun.

Nomura kini bukan lagi menjadi cerita puluhan tahun dari seorang ayah kepada anaknya. Di abad 21, ubur-ubur ini muncul setiap tahun.

Populasi Nomura meningkat dalam 20 tahun terakhir. Alasan berkembangnya populasi ini setiap tahun, antara lain, lantaran perubahan iklim, penangkapan ikan berlebihan dan modifikasi pantai yang menambah substrat untuk pembuatan polip secara aseksual .*

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: JellyfishJepangNomuraUbur-ubur
Bagikan16Tweet9KirimKirim
Previous Post

Gejala Sengatan Ubur-ubur Irukandji

Next Post

Kapal Namse Bangzhod Hilang, TNI Angkatan Laut Lakukan Pencarian

Postingan Terkait

Gempa Sarangani di Filipina Selatan Merusak 100 Rumah dan Gedung di Sangihe dan Talaud

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

13 Juni 2026
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

13 Juni 2026

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Next Post
Namse Bangdzhod

Kapal Namse Bangzhod Hilang, TNI Angkatan Laut Lakukan Pencarian

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Akan Membuka Prodi Profesi Apoteker dan Insinyur

Beredar di Rote Ndao Ada Bayi Hiu Mirip Manusia

KKP Tangkap Kapal Ikan Malaysia, Bawa Narkoba

Analisis Pengurangan Risiko Bencana Gempa, Tsunami dan Likuefaksi di Sulawesi Tengah

Gelombang Laut Hingga 4 Meter, Topan Malakas Berjarak 1960 km Dari Tahuna

Persiapan PTN-BH, UNG Membahas Penentuan Tarif Layanan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.