Jumat, Juni 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gejala Sengatan Ubur-ubur Irukandji

redaksi
9 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Irukandji

Beberapa ubur-ubur Irukandji yang ditangkap di pantai Far North Queensland selama musim sengatan pada 2015-2016. FOTO: MARK RIGBY/ABC

UBUR-UBUR Irukandji termasuk salah satu spesies yang memiliki racun. Jenis ubur-ubur ini mendiami perairan laut utara Australia.

Yang terkena sengatan, dikenal sebagai sindrom Irukandji. Ada sekitar 16 spesies Irukandji yang diketahui, di antaranya Carukia barnesi, Malo kingi, Malo maxima, Malo filipina dan Malo bella adalah yang paling terkenal.

Gejala-gejala sindrom Irukandji pertama kali didokumentasikan oleh Hugo Flecker pada tahun 1952.

Irukandji diambil dari nama orang -orang Irukandji, yang membentang di sepanjang jalur pantai utara Cairns, Queensland.

Ubur-ubur yang pertama diidentifikasi Carukia barnesi. Jellyfish ini diidentifikasi pada 1964 oleh Jack Barnes.

Untuk membuktikan bahwa itu adalah penyebab sindrom Irukandji, Barnes menangkap ubur-ubur kecil dan membiarkan menyengatnya. Putra Barnes yang berusia 9 tahun dan seorang penjaga pantai mengamati gejala-gejalanya. Kemudian membawanya ke unit perawatan intensif .

Toksikolog Australia, Jamie Seymour, pernah membuat film dokumenter tentang ubur-ubur ini, yang disebut ‘Killer Jellyfish’.

Pada 2015, peneliti Queensland Utara menemukan bukti bahwa ubur-ubur Irukandji aktif berburu mangsa.

Gejala sengatan ubur-ubur Irukandji tidak langsung muncul. Tanda-tanda sengatan Irukandji akan terasa pada menit ke 5 hingga 45, setelah insiden sengatan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AustraliaJellyfishSengatan Ubur-ubur
Bagikan15Tweet9KirimKirim
Previous Post

Irukandji, Ubur-ubur Penyengat di Pulau Fraser Australia

Next Post

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

Postingan Terkait

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

5 Juni 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

5 Juni 2026

World Environment Day, 50 Kota Bersiap Menghadapi Panas Ekstrem

Peristiwa El Niño Dapat Meningkatkan Produktivitas Perikanan di Sejumlah Perairan Indonesia

Masa Peralihan Musim, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Provinsi Gorontalo

Tim Mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Berbagai Prestasi Kompetisi Kreatif Internasional

Bawa Hujan Lebat di Tokyo, Topan Jangmi Menjadi Siklon ekstratropis di Samudra Pasifik

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Next Post
Nomura

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

Komentar tentang post

TERBARU

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

World Environment Day, 50 Kota Bersiap Menghadapi Panas Ekstrem

Peristiwa El Niño Dapat Meningkatkan Produktivitas Perikanan di Sejumlah Perairan Indonesia

Masa Peralihan Musim, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Provinsi Gorontalo

UNG Perkuat Tata Kelola Administrasi

AmsiNews

REKOMENDASI

Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Banten

Pendeteksi Signal Distress Digunakan untuk Cari MV Nur Allya di Maluku Utara

Temuan Paling Revolusioner Lukisan Gua Umur 51 Ribu Tahun di Sulawesi Selatan

Edukasi Konservasi Melalui Boneka Fauna Nusantara

BRIN Membahas Politik Dinasti, Kekuasaan Layaknya Warisan Keluarga

Dewan Eksekutif WMO Setuju Penerapan Pengawasan Gas Rumah Kaca Global

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.