Darilaut – El Niño kemungkinan akan memengaruhi bulan-bulan musim dingin mendatang (Desember 2026 hingga Februari 2027 di Amerika Serikat.
Dalam siaran pers Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional atau National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang dirilis (15/10) menyebutkan dampak yang diperkirakan mencakup wilayah utara yang lebih hangat, serta wilayah selatan dan timur yang lebih basah
Suhu yang lebih hangat dari rata-rata diperkirakan terjadi di seluruh wilayah utara Amerika Serikat; kondisi yang lebih basah dari rata-rata kemungkinan terjadi di wilayah selatan—mulai dari California hingga Florida—serta di sepanjang Pesisir Timur (Eastern Seaboard).
Selain itu, kondisi kekeringan diperkirakan akan membaik di sebagian besar wilayah negara tersebut, termasuk di wilayah Timur, Southern Great Plains, dan Barat Daya (Southwest).
Direktur Layanan Cuaca Nasional (National Weather Service) NOAA, Ken Graham, mengatakan berdasarkan pengamatan selama beberapa dekade, El Niño yang sangat kuat kemungkinan akan menggeser aliran jet (jet stream) ke arah selatan dan timur di wilayah Amerika Serikat daratan, yang meningkatkan peluang terjadinya cuaca yang lebih ekstrem di wilayah selatan.
Meskipun peningkatan curah hujan dan salju dapat membantu wilayah yang dilanda kekeringan, curah hujan yang berlebihan pada tanah yang kering dapat memicu banjir bandang yang merusak serta tanah longsor, kata Graham.




