Darilaut – Selama 10 hari terakhir, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan mencapai 4.098 titik. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit menunjukkan 879 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi juga teramati di Papua Selatan dan 784 titik di Sumatera Selatan.
Selain jumlah titik panas yang masih tinggi, sebaran asap juga masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Meskipun keberadaan titik panas tidak selalu menunjukkan terjadinya kebakaran, peningkatannya perlu diwaspadai untuk mendukung langkah mitigasi dan penanganan yang tepat.
Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, pengaruh El Niño sangat kuat yang berlangsung bersamaan dengan IOD positif menjadi salah satu faktor pendukung yang perlu dicermati dalam memantau kondisi kering di Indonesia. Selama periode 22–25 Oktober 2026, tutupan awan dan curah hujan masih terbatas di sejumlah wilayah.
Hal ini berbeda dari suhu udara, di mana sejumlah wilayah teramati mengalami suhu udara relatif lebih tinggi. Suhu udara maksimum yang mencapai 38°C atau lebih tercatat di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Cuaca panas dan terbatasnya curah hujan di sejumlah wilayah juga menjadi indikator dalam menganalisis potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).




