Rabu, Oktober 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

redaksi
28 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Konsentrasi CO2 rata-rata global (kiri) dan laju peningkatannya (kanan) dari tahun 1984 hingga 2025.

Darilaut – Jaringan Global Atmosphere Watch milik Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memantau karbon dioksida, metana, dinitrogen oksida, serta gas-gas berumur panjang lainnya yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran.

Seiring dengan langkah berbagai negara dalam mentransformasikan sistem energi mereka menuju dekarbonisasi, perhatian khusus perlu diberikan pada dua gas kelumit (trace gases) yang kuat namun jumlahnya lebih sedikit, yang berkaitan erat dengan produksi dan distribusi listrik: hidrogen molekuler (H2) dan sulfur heksafluorida (SF6).

Konsentrasi SF6 terus meningkat selama tiga dekade terakhir seiring dengan meluasnya elektrifikasi global, mengingat SF6 terutama digunakan sebagai pemadam percikan api (spark suppressant) dalam distribusi listrik.

Gas ini memiliki masa hidup di atmosfer lebih dari 1.000 tahun dan memiliki potensi pemanasan global (dalam jangka waktu 100 tahun) yang sangat tinggi, yakni sekitar 24.300 kali lipat dibandingkan CO2.

Peningkatan kadar SF6 pada tahun 2025 mencatatkan rekor tertinggi. Konsentrasi hidrogen telah meningkat sebesar 5,3% antara tahun 2010 dan 2024.

Hidrogen digunakan sebagai media penyimpanan energi untuk sektor-sektor yang sulit didekarbonisasi—seperti pembuatan baja, pelayaran, dan penyimpanan energi berdurasi panjang—serta untuk sumber energi terbarukan dan sebagai sumber energi bagi sektor transportasi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Pemanasan GlobalWMO
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Next Post

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Postingan Terkait

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

28 Oktober 2026
Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

28 Oktober 2026

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

Pekan Literasi Media dan Informasi Global: Tepat Waktu, Terarah, Mudah Diakses dan Berbasis Sains

Kondisi Kering di Indonesia Dibarengi dengan Curah Hujan

Alumni ITK Unhas Darwis Ismail Terpilih Sebagai Ketua Umum ISKINDO 2026-2031

El Niño yang Kuat Tidak Harus Berujung Bencana Kemanusiaan

Next Post
Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

TERBARU

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

Pekan Literasi Media dan Informasi Global: Tepat Waktu, Terarah, Mudah Diakses dan Berbasis Sains

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Trami Menyebabkan 2 Juta Orang Terkena Dampak, 7 Tewas dan 7 Hilang di Filipina

World Oceans Day 2023, Sekjen PBB: Lautan Fondasi Kehidupan

Setelah Khanun, Jepang Menghadapi Topan Lan yang Sangat Kuat

Mengapa Tipe Virus Corona di Indonesia Berbeda?

Bibit siklon tropis 91W Terletak di Utara Barat Laut Jayapura

Mahasiswa ITS Petakan Potensi Energi Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.