Namun, kebocoran hidrogen ke atmosfer dari fasilitas produksi, jaringan pipa, tangki penyimpanan, dan sel bahan bakar menjadi kekhawatiran yang kian meningkat. Meskipun hidrogen bukan merupakan gas rumah kaca, zat ini memengaruhi kimia atmosfer sehingga memiliki dampak tidak langsung yang kuat terhadap pemanasan global.
SF6 mencerminkan tantangan berupa akumulasi gas rumah kaca yang bersifat permanen dan berumur panjang akibat proses industri, sementara H2 menggambarkan dampak iklim tidak langsung yang mungkin tidak terlihat secara langsung namun berpotensi signifikan, mengingat perannya sebagai pembawa energi.
Baik kebocoran H2 maupun persistensi SF6 merupakan ancaman potensial yang dapat melemahkan manfaat iklim dari transisi energi.
Pemantauan cermat terhadap komposisi atmosfer Bumi sangat penting untuk mendeteksi, memahami, dan mencegah konsekuensi yang tidak diinginkan dari perubahan-perubahan tersebut.




