Darilaut – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang lepas pantai timur Rusia, dekat Semenanjung Kamchatka, pada dini hari tanggal 30 Juli 2025. Gempa ini tercatat sebagai gempa bumi terbesar keenam sejak tahun 1900.
Pada saat yang sama, puluhan negara di kawasan Pasifik mengeluarkan peringatan dan imbauan terkait tsunami. Hal ini menegaskan bahwa peristiwa semacam ini benar-benar bersifat lintas batas, sekaligus menyoroti pentingnya sistem peringatan dini yang telah disiapkan.
Dalam hitungan menit, gelombang setinggi lima meter dilaporkan menerjang Severo-Kurilsk, dengan air yang menggenangi daratan hingga sejauh 200 meter ke arah pedalaman. Banjir besar di wilayah pesisir tersebut memicu penetapan status darurat dan evakuasi terhadap 2.700 orang—termasuk 600 anak-anak—di seluruh wilayah Sakhalin.
Jepang juga mengevakuasi lebih dari 1,9 juta orang, termasuk mereka yang berada di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.
Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (UN-ESCAP) melaporkan sistem peringatan dini yang efektif dan terkoordinasi dari Pacific Tsunami Warning System (PTWS) telah menyelamatkan banyak sekali nyawa.
Laporan tersebut dengan judul ”Tsunami Kamchatka 2025 dan pentingnya kesiapsiagaan” ditulis oleh Temily Baker, Elena Pronina, Elisa Belaz, dan Jamal Ahmed Mughal.




