Dengan adanya bimbingan ini, kata Ika, diharapkan mahasiswa dapat mengoptimalkan pengalaman mereka di lapangan dan meningkatkan kompetensi mereka sebagai calon perawat jiwa.
Ika mengatakan selama praktik mahasiswa akan diuji dalam kemampuan mahasiswa, untuk mengenali serta menangani situasi-situasi yang darurat dan terencana dalam perawatan pasien kejiwaan. Seperti pengambilan keputusan cepat dan tepat, serta penerapan tindakan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan keberanian dan kecerdasan.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Dr. Hartono Hadjarati, mengatakan, praktik di RSJ penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sebagai profesional keperawatan jiwa yang kompeten dan berpengalaman.
Tidak hanya akan memperoleh pemahaman yang lebih tentang praktik keperawatan jiwa, tetapi juga akan menjadi lebih siap secara mental dan emosional dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin mereka hadapi di masa depan.




