Darilaut (UNG) – Ratusan guru bimbingan dan konseling dari berbagai jenjang di Provinsi Gorontalo berkumpul di kampus Universitas Negeri Gorontalo.
Guru BK mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) dan MAN (Madrasah Aliyah Negeri) membahas mental generasi digital melalui workshop “Penguatan Kapabilitas Praktik Layanan Bimbingan dan Konseling”.
Kegiatan ini diprakarsai mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan UNG di bawah bimbingan Prof. Dr. Wenny Hulukati.
Dalam penguatan kompetensi guru menghadirkan berbagai sesi tematik yang membahas strategi dan metode layanan bimbingan dan konseling pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, serta pelatihan pelaksanaan layanan konseling individual.
Workshop dirancang sebagai jembatan emas bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori akademik yang mereka pelajari di kelas dengan kebutuhan nyata para praktisi di lapangan.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNG UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, menjelaskan posisi krusial guru BK saat ini. Kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini menempatkan posisi guru BK sebagai fasilitator utama perkembangan peserta didik.




