“Cuma nanti diskresi-diskresi jika diperlukan kawan-kawan KPLP, Navigasi dan Kapal-Kapal Negara untuk di-standby kan dalam kondisi prima, jika nanti diperlukan dalam kondisi siap setiap saat,” katanya.
Kepada para kepala UPT di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut serta rekan-rekan PT Pelindo juga diimbau untuk memberikan space atau tempat yang diperuntukan untuk kapal-kapal seperti Basarnas, Polairud, Bea Cukai, dan lainnya.
Di samping itu, kata Agus, guna memaksimalkan pengawasan pada penyelenggaraan angkutan laut, Ditjen Perhubungan Laut akan menyiapkan Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di seluruh pelabuhan di Indonesia. Terdapat 51 pelabuhan yang akan dipantau untuk melihat perkembangannya dari tahun ke tahun.
“Kawan-kawan diimbau untuk buat grup chat agar pelaporannya cepat sehingga jika terjadi hal-hal yang urgent bisa dilakukan,” kata Dirjen Agus.
Sementara itu, menurut Agus, BMKG juga sudah melakukan prakiraan cuaca di mana di beberapa tempat kondisinya cukup menjadi perhatian.
Kepada Para Kepala Syahbandar untuk tidak gegabah dalam menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan tetap memperhatikan keselamatan agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Hal ini juga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat bahwa keselamatan itu menjadi hal yang utama dan sangat penting.





Komentar tentang post