Peristiwa iklim yang dramatis pada tahun ini telah menimbulkan banyak pertanyaan mengenai apakah Bumi sedang menyaksikan pergeseran iklim yang lebih cepat ke keadaan yang lebih hangat, dan apakah telah terjadi perubahan mendasar pada pola sirkulasi atmosfer dan lautan.
Ada juga diskusi yang berkembang mengenai apakah kita sedang mendekati “titik kritis” utama – perubahan yang cepat dan/atau tidak dapat diubah pada lapisan es, lautan es, hutan, terumbu karang, dan komponen penting lainnya dalam sistem bumi.
Dalam siaran pers World Meteorological Organization (MWO) salah satu ketua konferensi, Detlef Stammer, mengatakan, kita sangat membutuhkan tindakan transformatif untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan.
“Para pengambil keputusan memerlukan ilmu iklim yang kuat untuk memahami, memprediksi, dan merencanakan dampak perubahan iklim,” ujarnya.
Kini, di tahun yang pasti akan menjadi tahun terpanas dalam sejarah, World Climate Research Programme mengadakan konferensi ini untuk membahas kemajuan terkini dalam ilmu pengetahuan iklim “dan bagaimana memastikan bahwa informasi iklim yang dapat ditindaklanjuti dan relevan dengan konteks tersedia bagi semua orang,” kata Stammer.
Ketua lainnya, Helen Cleugh, mengatakan, konferensi ini diadakan di jantung Afrika, di mana, seperti halnya di negara-negara Selatan lainnya, terdapat kekurangan pendanaan penelitian di negara-negara yang masyarakatnya sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.




