Darilaut – Sebanyak 193 orang tewas akibat Topan (typhoon) Kalmaegi di Filipina dan Vietnam, hingga Jumat (7/11) siang. Saat ini tercatat sebanyak 135 orang dilaporkan hilang di Filipina.
Topan Kalmaegi berdampak pada 3,4 juta orang di kedua negara di Asia Tenggara tersebut.
Setelah mendarat di Vietnam pada Kamis (6/11) malam, Kalmaegi telah melewati Laos dan saat ini berada di perbatasan Laos dan Thailand, Jumat.
Pada Jumat siang, Kalmaegi berada sekitar 290 kilometer barat daya Da Nang, dan diperkirakan akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam, melintasi wilayah pedalaman Semenanjung Indochina dan berangsur-angsur menghilang, kata kata Observatorium Hong Kong (HKO).
Topan Kalmaegi dengan nama Filipina ”Tino” mendarat pertama kali di Silago, Leyte Selatan, pada Selasa (4/11) dan menghantam sejumlah wilayah di Filipina. Kalmaegi melintasi perairan pantai San Francisco, Cebu, dan Kepulauan Camotes, wilayah Visayas Barat dan Pulau Negros.
188 Tewas di Filipina
Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) melaporkan jumlah korban tewas akibat dampak Topan Kalmaegi telah meningkat menjadi 188 orang.
Dari jumlah tersebut, menurut Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana (NDRRMC), 139 tercatat di Cebu, 24 di Negros Occidental, sembilan di Negros Oriental, enam di Agusan del Sur, tiga di Capiz, dua di Leyte Selatan, dan masing-masing satu di Antique, Bohol, Iloilo, Leyte, dan Guimaras.
Hanya satu kematian dari Leyte yang telah dikonfirmasi, kata NDRRMC.
Sebanyak 135 orang dilaporkan hilang – 79 di Cebu, 39 di Negros Occidental, dan 17 di Negros Oriental, sementara 96 orang dilaporkan luka-luka – 84 di Cebu, tujuh di Negros Occidental, masing-masing dua di Surigao del Norte dan Leyte, serta satu di Surigao del Sur.
Semua angka korban masih dalam proses validasi dan dapat berubah.
Topan ini telah berdampak pada 635.565 keluarga, setara dengan 2.258.782 jiwa, yang tinggal di 5.535 barangay di delapan wilayah di seluruh negeri.
Hingga saat ini, 88.649 keluarga telah dibantu di 3.050 pusat evakuasi, sementara 23.350 keluarga dibantu di luar tempat penampungan.
Rumah yang rusak tercatat sebanyak 9.321, dan yang hancur berjumlah 264.
5 Tewas di Vietnam
Melansir Vietnamnews.vn lima orang tewas, lebih dari 1,2 juta orang kehilangan akses listrik akibat topan yang melanda dataran tinggi tengah di Vietnam.
Provinsi Dak Lak mencatat tiga kematian dan dua luka-luka, sementara Provinsi Gia Lai melaporkan dua korban jiwa dan dua luka-luka.
Badai tersebut menyebabkan 57 rumah runtuh, terdiri dari 45 rumah di Provinsi Gia Lai dan 12 rumah di Provinsi Dak Lak, serta merusak atau merobohkan atap 2.799 rumah (2.412 di Provinsi Gia Lai, 326 di Provinsi Dak Lak, dan 61 di Provinsi Quang Ngai).
Di Dak Lak sekitar 54.000 keramba ikan hancur.
Terdapat 11 kapal penangkap ikan (enam di Dak Lak, satu di Quang Ngai, dan empat di Gia Lai) yang dilaporkan tenggelam.
Topan tersebut juga mengakibatkan gangguan serius pada infrastruktur listrik, menyebabkan 28 insiden pada saluran transmisi 110kV.
Sebanyak lebih dari 1,6 juta pelanggan kehilangan listrik, dengan daya pulih menjadi lebih dari 315.000 pada Jumat dini hari. Namun, lebih dari 1,28 juta rumah tangga masih tanpa listrik.
Topan Kalmaegi juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Vietnam.
