Kalmaegi terletak 513 km di tenggara Da Nang, Vietnam, dan telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 39 km per jam (21 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC), tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 9,8 meter (32 kaki).
Topan Kalmaegi dengan nama Filipina ”Tino” mendarat di Silago, Leyte Selatan, pada Selasa (4/11) dan menghantam sejumlah wilayah di Filipina. Kalmaegi melintasi perairan pantai San Francisco, Cebu, dan Kepulauan Camotes, wilayah Visayas Barat dan Pulau Negros.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) jumlah korban tewas akibat Topan Tino yang dilaporkan Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana (NDRRMC) pada hari Kamis, telah meningkat menjadi 114 orang.
Korban tewas yang masih dalam proses validasi, meliputi 71 orang dari Cebu; 18 orang dari Negros Occidental; 12 orang dari Negros Oriental; enam orang dari Agusan del Sur; dua orang dari Leyte Selatan; dan masing-masing satu orang dari Antique, Bohol, Capiz, Iloilo, dan Leyte.
Hingga saat ini penyebab pasti kematian ini masih diselidiki. Sementara itu, 127 orang hilang dilaporkan — 65 orang dari Cebu dan 62 orang dari Negros Occidental.
NDRRMC juga melaporkan 82 orang terluka — 69 dari Cebu, tujuh dari Negros Occidental, masing-masing dua dari Leyte dan Surigao del Norte, serta masing-masing satu dari Surigao del Sur dan Leyte Selatan.




