Darilaut – Sedikitnya 3.000 kapal dan sekitar 20.000 pelaut terjebak di wilayah perang Amerika Serikat (AS) – Israel terhadap Iran yang makin meluas, serta konflik di Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, memperingatkan tentang efek “berantai” global dari penutupan jalur laut Selat Hormuz yang bertanggung jawab atas 20 persen minyak dunia.
Melansir UN News, pimpinan Badan Pelayaran PBB tersebut mengutuk serangan terhadap sebuah kapal tunda yang membantu kapal lain di Selat Hormuz dan menewaskan empat pelaut.
Situasi secara keseluruhan “memburuk” dan mendesak kapal-kapal untuk menghindari pelayaran di wilayah tersebut, kata Arsenio.
Koridor pelayaran global Selat Hormuz sangat penting. Selat ini menandai pintu masuk ke Teluk Persia, yang ditutup karena ancaman serangan dari Iran dan negara lain.
IMO bertanggung jawab untuk mengatur pelayaran internasional dan keamanan pelaut, mendesak anggota dan menyatakan akan “mencari solusi melalui dialog untuk meredakan ketegangan” serta memulihkan pergerakan bebas dan aman di seluruh wilayah tersebut.
Aljazeera.com melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz.
Melalui selat sempit ini sekitar seperlima minyak dunia dikirim dan tetap tertutup secara efektif di tengah perang AS-Israel terhadap Iran.




