351 Tahun Gempa Dahsyat dan Tsunami Ambon

Georgius Everhadus Rumphius (1627- 1702). DOK. ISTIMEWA

Darilaut– Gempa bumi dahsyat mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, pada Sabtu, 17 Februari 1674.

Guncangan gempa kuat membuat lonceng-lonceng di Benteng Victoria, Kota Ambon, Maluku bergoyang.

351 tahun lalu, orang-orang yang berdiri tegak terlempar ke tanah saat bumi bergelombang seperti gulungan air laut.

Deputi Bidang Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nelly Florida Riama menjelaskan, gempa bumi tersebut membuat masyarakat Ambon kalut dalam kepanikan.

Gempa yang bertepatan dengan puncak perayaan Tahun Baru Imlek tersebut menyebabkan kerusakan sangat parah seperti tanah terbelah hingga bukit runtuh secara tiba-tiba di Leitimor

“Kekuatan gempa juga telah mengakibatkan tsunami yang dahsyat utamanya di pesisir Utara Pulau Ambon,” kata Nelly dalam Webinar ‘Peringatan Tsunami Ambon 1674: Sepenggal Kisah Berharga Zaman Kolonial, Bekal Menuju Ambon Tsunami Ready’, Selasa (18/2).

Georgius Eberhard Rumphius (1962-1702) seorang ilmuwan Eropa yang mencatat peristiwa gempa bumi dan tsunami Ambon. Dampak dari bencana alam ini sangat mengerikan di masa itu, banyak rumah mengalami kerusakan berat.

Dalam catatan Rumphius, guncangan yang sangat keras melanda seluruh Pulau Ambon dan pulau-pulau di sekitarnya. Sesaat setelah gempabumi, pesisir Pulau Ambon diterjang gelombang tsunami.

Pesisir Utara Semenanjung Hitu menderita kerusakan yang paling parah, terutama di daerah Seit di antara Negeri Lima dan Hila di mana air naik hingga ketinggian 90-110 meter.

Rumphius mencatat, gempa disertai tsunami itu merenggut korban meninggal sebanyak 2.200 orang.

Dalam naskah yang diterbitkan tahun 1675, Rumphius memberi judul “Waerachtigh Verhael van der Schierlijke Aerdbevinge” atau Kisah Nyata tentang Gempa Bumi yang Dahsyat.

Menurut ilmuwan kelautan Dr Anugerah Nontji (Penjelajahan dan Penelitian Laut Nusantara dari Masa ke Masa, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI ,2009) naskah ini sebagai laporan tertulis tertua mengenai gempa dan tsunami di Indonesia.

Rumphius lahir di Jerman, pada 1627. Ia kemudian masuk dinas militer Belanda.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan, potensi gempa bumi dan tsunami di Maluku dan Sekitarnya, khususnya pulau Ambon sangatlah tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan wilayah Maluku tidak pernah sepi akan kejadian gempa bumi. Banyak sumber-sumber gempa bumi di wilayah tersebut.

Menurut Daryono, masyarakat perlu selalu peduli dan siap untuk merespon tanda-tanda bahaya alam, yang sama baiknya dengan memahami peringatan resmi.

Pembangunan kapasitas untuk kesiapsiagaan masyarakat dalam mempertahankan diri harus menjadi program yang berkelanjutan di Ambon dan sekitarnya, kata Daryono.

Exit mobile version