Senin, Desember 15, 2025
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Tsunami 1674 di Ambon, Laporan Tertulis Tertua di Indonesia

Naskah Ilmuwan Georgius Everhadus Rumphius (1627- 1702)

redaksi
19 Oktober 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Rumphius

Georgius Everhadus Rumphius (1627- 1702). DOK. ISTIMEWA

LAUT susut. Mengering.

Tak lama gelombang dahsyat muncul. Menerjang dan menghantam kampung-kampung di pesisir Ambon.

Orang-orang panik, tak berdaya. Mayat-mayat bergelimpangan.

Inilah cuplikan kisah nyata tentang tsunami yang terjadi di Ambon dan sekitarnya. Kalender menunjukkan tanggal 17 Februari 1674.

Naskah ini ditulis ilmuwan besar Rumphius. Pada 17 Februari itu, di Ambon, orang-orang Cina merayakan Imlek, tahun baru, hari besar Tionghoa.

Tiba-tiba, bumi bergerak bagai berayun-ayun. Lonceng gereja berdentang sendiri. Rumah-rumah runtuh.

Di kawasan perbukitan terjadi longsor, tanah merekah lebar, jembatan runtuh dan banjir dimana-mana.

Gempa sangat dahsyat mengguncang Ambon dan sekitarnya. Di laut gelombang raksasa menyapu pemukiman pesisir.

Rumphius mencatat, gempa disertai tsunami itu merenggut korban meninggal sebanyak 2.200 orang.

Dalam naskah yang diterbitkan tahun 1675, Rumphius memberi judul “Waerachtigh Verhael van der Schierlijke Aerdbevinge” atau Kisah Nyata tentang Gempa Bumi yang Dahsyat.

Menurut ilmuwan kelautan Dr Anugerah Nontji (Penjelajahan dan Penelitian Laut Nusantara dari Masa ke Masa, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI ,2009) naskah ini sebagai laporan tertulis tertua mengenai gempa dan tsunami di Indonesia.

Rumphius menyandang nama lengkap Georgius Everhadus Rumphius. Ia lahir di Jerman, pada 1627. Ia kemudian masuk dinas militer Belanda.

Namun, masa dinasnya sebagai anggota militer Belanda tidak berlangsung lama. Karena minat Rumphius pada botani dan zoologi, ia memilih tak lagi bekerja di dinas militer.

Ambon merupakan pilihan hidup selanjutnya. Rumphius menghabiskan hidupnya di darah kepulauan itu. Sejumlah karya lahir dari daerah ini, dari gagasan dan pemikiran Rumphius.

Ketika terjadi peristiwa gempa bumi dahsyat, seperti ditulis di atas, orang yang disayanginya meninggal dunia. Bencana gempa mengakibatkan Rumphius kehilangan istri dan seorang putrinya. Mereka tertimpa reruntuhan dinding yang roboh.

Kehilangan istri dan anak, tak membuat Rumphius pupus semangatnya. Selain mengenai hewan laut, Rumphius menulis berbagai hal.

Hebarium Amboinense, karyanya paling monumental. Naskah ini berisi deskripsi tumbuhan, lingkungan dan juga kegunaan untuk obat-obatan. Baik itu tumbuhan yang hidup di darat maupun yang di laut.

Menurut Anugerah Nontji, salah satu lukisan tertua mengenai alga laut dari perairan Nusantara tercantum dalam buku itu. Maha karya lain yang juga sangat tenar adalah D’Amboinsche Rariteikamer.

Naskah ini menguraikan berbagai jenis hewan laut yang terdapat di Ambon seperti udang, kepiting, kerang, siput, bintang laut, bulu babi (sea urchin) karang dan lainnya.

Selain itu, terdapat beberapa hal mengenai mineral dan peninggalan pra-sejarah yang ditemukannya di sekitar Ambon. Naskah ini diterbitkan François Halma di Amsterdam tahun 1705.

Rumphius menulis dengan gaya yang memukau. Misal, bagaimana menggambarkan kehidupan hewan, sebaran geografi, pemanfaatannya oleh masyarakat dan sebagainya.

Kedua maha karya ini dilengkapi dengan ilustrasi yang indah dan detail, sangat akurat. Sampai kini pun maha karya ini akan menjadi sumber rujukan.

Menurut tokoh tenar dalam arkeologi Nusantara, Heine-Geldern (1945), Rumphius adalah ilmuwan Eropa pertama yang mempunyai perhatian akan masalah prasejarah di negeri ini.

Dalam buku D’Amboinsche Raiteitkamer, Rumphius memberikan tempat satu bab khusus untuk membahas kapak batu dan satu bab lainnya untuk kapak perunggu dari zaman pra-sejarah.

Naskah Rumphius selanjutnya, Amboinsche Dierboek mengenai kehidupan satwa. Naskah itu habis dilalap api ketika terjadi kebakaran besar yang melanda Ambon pada 11 Januari 1670.

Banyak peristiwa yang dialami Rumphius. Naskah Herbarium Amboinense hilang karena kapal Waterland yang membawa naskah itu ke Belanda dihadang dalam satu pertempuran laut dengan Perancis.

Kapal tenggelam beserta seluruh isinya. Beruntung Gubernur Jenderal Camphuys di Batavia sempat membuat duplikat atau salinannya.

Dalam perjalanan hidupnya, Rumphius mengalami penyakit mata. Penyakit ini membuatnya menjadi buta.
Dengan kondisi seperti itu, tak menghalanginya untuk bekerja. Selama 50 tahun Rumphius menghabiskan masa hidupnya di Ambon, dengan melahirkan sejumlah karya yang abadi.*

Tags: AmbonGempaRumphiustsunami
Bagikan83Tweet51KirimKirim
Previous Post

Lumba-Lumba Terdampar Didekat Pelabuhan Perikanan Untia

Next Post

Mencari Formula Pendanaan Provinsi Konservasi Papua Barat

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Raja Ampat

Mencari Formula Pendanaan Provinsi Konservasi Papua Barat

Komentar tentang post

TERBARU

Intensitas Siklon Tropis Bakung Setara Topan di Barat-Barat Laut Kepulauan Cocos

Bibit Siklon Tropis 92S Terletak di Dekat Kepulauan Cocos (Keeling)

Di Balik Topeng, Hadir Sosok Perempuan dan Kecantikan yang Menjadi Bahasa Budaya

Bibit Siklon Tropis 93S Berkembang Perlahan di Selatan Jawa

Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia Dapat Membawa Hujan di Sumatra Barat

Siklon Tropis Bakung Menguat Menjadi Kategori 2 di Kepulauan Cocos

AmsiNews

REKOMENDASI

Setelah Cina Utara, Banjir Kini Merendam Cina Timur Laut

Keselamatan Pelayaran untuk Nelayan Pamekasan

Kemendikbudristek Beri Penguatan, Selangkah Lagi UNG Menjadi PTN-BH

Kearifan Lokal Itu Warisan Pengetahuan Ekologis

Penyalahgunaan Narkoba Berpengaruh Negatif Terhadap Daya Saing Perekonomian

Pertama Dalam Sejarah, Produk Perikanan Tuna Indonesia Bersertifikat dan Standar Internasional

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.