Mulai dari tahapan pembelajaran klasikal, pendalaman materi, simulasi, hingga ujian praktik, seluruh rangkaian berjalan dengan baik dan lancar.
Ketua HTC UNG, Dewi Suryaningsi Hiola, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi antara peserta, instruktur, serta sistem pelatihan yang diterapkan HTC UNG.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi HTC UNG dalam menjalankan perannya sebagai pusat pelatihan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan standar kompetensi, kata Dewi.
“Keberhasilan 100 persen ini juga menjadi indikator bahwa HTC UNG mampu menyelenggarakan pelatihan yang berkualitas, terarah, dan sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia pelayanan kesehatan,” ujarnya.
”Sertifikat lisensi Kemenkes yang diperoleh peserta bukan hanya dokumen formal, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah mereka capai melalui proses pelatihan yang serius dan terukur.”
Capaian tersebut semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dan dunia pendidikan kesehatan terhadap kapasitas HTC UNG dalam melaksanakan pelatihan-pelatihan profesional.
“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan kompetensi profesionalnya,” sekaligus memperkuat posisi HTC UNG sebagai pusat pelatihan kesehatan ”yang mampu melahirkan tenaga kesehatan yang unggul, sigap, dan siap menghadapi tantangan di lapangan,” kata Dewi.




