Lebih lanjut, Prof. Eduart menegaskan bahwa gelar Profesor bukan sekadar simbol status, melainkan amanah untuk memberikan dampak nyata.
Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi yang memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Gorontalo dan kawasan strategis Teluk Tomini.
“Kami sangat menantikan kontribusi nyata dari para Guru Besar baru melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Guru besar merupakan ujung tombak dalam mengembangkan riset yang berdampak dan pengabdian yang memberikan solusi bagi masyarakat,” kara Rektor UNG.
Dengan pengukuhan lima Guru Besar baru ini, UNG semakin memperkokoh posisinya sebagai episentrum ilmu pengetahuan di Kawasan Timur Indonesia, siap menyongsong masa depan dengan kualitas pendidikan yang jauh lebih mumpuni.




