Secara khusus Wibisono mengundang delegasi Bakamla karena memberikan atensi, kerjasama dan perhatian terkait masalah tersebut.
Agar tidak melanggar batas negara lain, nelayan perlu mendapatkan bantuan alat berupa GPS (Global Positioning System) dan Peta Laut. Diusulkan pula untuk membuat rumpon supaya nelayan Indonesia tidak ke wilayah perbatasan.
Saat ke penjara Perlis dan Sungai Petani, Brigjen Eddy Rate memberikan semangat moril kepada para nelayan untuk tidak patah semangat dan terus bersikap baik. Supaya proses menjalani hukuman berjalan baik dan tidak tersandung kasus yang lain.*





Komentar tentang post