Darilaut – Lima orang meninggal dunia dan sebanyak 558 orang hilang di daerah otonom Xizang atau dikenal dengan Tibet, akibat dampak luar biasa bencana ekosistem Pegunungan Himalaya.
Xinhua melaporkan lima orang tewas dan 558 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Jumat (28/8) pukul 15.00, setelah tanah longsor melanda sebuah pos lintas batas di perbatasan Cina – Nepal di Daerah Otonom Xizang, Cina barat daya.
Menurut departemen manajemen darurat, di antara mereka yang hilang, 260 orang telah diidentifikasi sebagai warga negara asing.
Menanggapi tanah longsor yang terjadi pada hari Rabu tersebut, pos komando di lokasi kejadian mengerahkan satuan tugas pencarian dan penyelamatan ke area yang paling parah terdampak.
Tim penyelamat tiba di titik perbatasan pada Kamis (27/8) pukul 16.30 dan melaksanakan operasi pencarian serta penyelamatan.
Upaya penyelamatan terpadu sedang berlangsung setelah tanah longsor mematikan melanda wilayah perbatasan Xizang.
Operasi pencarian dan penyelamatan ditingkatkan intensitasnya pada hari Jumat, saat petugas penyelamat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa.
Hingga Jumat pukul 10.00 pagi, total 681 personel pemadam kebakaran dan penyelamatan serta 113 kendaraan telah tiba di kawasan perbatasan pegunungan yang terpencil tersebut, sementara 6.612 unit peralatan penyelamatan dan pasokan logistik telah dikirim ke wilayah Gyirong, menurut Administrasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional.



