Kemiskinan, kurangnya air bersih dan sanitasi yang baik akan memperburuk AMR. Masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses terbatas terhadap air, sanitasi dan kebersihan mempunyai risiko lebih besar untuk bersentuhan dengan air yang terkontaminasi yang dapat membawa berbagai patogen, termasuk bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Hewan juga lebih rentan terhadap penyakit jika kondisi kebersihannya buruk.
AMR memperburuk kesenjangan dalam masyarakat. Kelompok rentan, termasuk perempuan, anak-anak, migran, pengungsi, dan mereka yang tinggal di permukiman informal, sangat rentan terhadap infeksi yang resistan terhadap obat dan mungkin kurang memiliki akses terhadap sistem kesehatan. Limbah yang tidak terkontrol dan tidak diolah memperburuk masalah ini.
Ketiga, polusi dari perusahaan farmasi dan pertanian
Polusi dari manufaktur farmasi, peternakan, budidaya perikanan, produksi tanaman intensif dan sektor kesehatan merupakan pendorong utama AMR.
Meskipun industri farmasi telah membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, limbah dari pabrik pembuatan obat yang tidak diolah atau diolah secara tidak memadai sering kali berakhir di lingkungan, sehingga berkontribusi terhadap penumpukan mikroba yang resistan terhadap obat.
Pembuangan obat-obatan yang tidak terpakai dan kadaluwarsa secara tidak tepat juga memicu penyebaran AMR.




