“Kami melihat satu truk penuh berisi orang; satu keluarga utuh baru saja diselamatkan, dan saya bisa katakan bahwa momen itu sangat mengharukan.”
Kunjungannya harus dipersingkat setelah peringatan banjir susulan dikeluarkan.
Penanganan Bencana
Tim bantuan bekerja sepanjang waktu untuk menjangkau masyarakat yang terisolasi akibat bencana di distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading, Nepal.
PBB mendukung upaya penanganan bencana dengan menyediakan jatah makanan darurat, perlengkapan medis untuk sekitar 10.000 orang selama tiga bulan, serta tenda dan dukungan logistik. PBB juga menyediakan citra satelit dan analisis mengenai wilayah yang terdampak banjir.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan adanya risiko penyebaran penyakit.
“Seperti biasa, ketika terjadi bencana berskala besar yang menyebabkan pengungsian, kepadatan berlebih, serta potensi gangguan pada layanan air, sanitasi, dan kesehatan, risiko penyakit menular dapat meningkat,” ujar juru bicara Tarik Jašarević di Jenewa.
Juru bicara Dana Anak-anak PBB (UNICEF), Ricardo Pires, mengatakan kepada para wartawan bahwa meskipun 18 sekolah hancur total dan 20 lainnya rusak, “puluhan sekolah lain yang terletak di dekat tepian sungai masih menghadapi risiko tinggi.” Hal ini berarti diperkirakan ada 10.000 anak usia sekolah di wilayah tersebut yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan mereka.




