Wilayah Terdampak Bencana
Wilayah ini pernah dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,8 pada bulan April 2015 yang menewaskan lebih dari 8.800 orang.
Oktober lalu, hujan deras memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah timur dan tengah Nepal, yang berdampak pada lebih dari 30.000 orang.
Kamal Kishore, Kepala Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR), menyoroti betapa seriusnya bencana ini.
“Dalam ingatan kita, sudah sangat lama kita tidak melihat peristiwa bencana pegunungan seperti ini,” ujarnya.
“Dampaknya terhadap kehidupan, mata pencaharian, bangunan, infrastruktur, jembatan, proyek pembangkit listrik tenaga air, dan pembangkit listrik sungguh luar biasa besar. Dan menurut saya, kita masih berupaya memahami sepenuhnya besarnya kerusakan yang terjadi.”
Situasi saat ini ditandai dengan “risiko yang sangat tinggi serta ketidakpastian yang besar.”
“Ini merupakan tantangan unik bagi upaya tanggap darurat itu sendiri, karena dalam artian tertentu, bencana ini belum sepenuhnya berakhir,” ujarnya.
Banjir tersebut “kembali menyoroti betapa rapuhnya ekosistem pegunungan dan betapa sulitnya membangun sistem peringatan dini di lingkungan pegunungan,” terutama dengan mempertimbangkan berbagai risiko bencana berantai.
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), yang bekerja sama dengan PBB di Nepal, menyatakan “sangat prihatin terhadap risiko banjir susulan.”




