Darilaut – Jumlah korban meninggal dunia dan hilang akibat Badai siklon (cyclonic storm) Senyar di Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar) dan Aceh bertambah menjadi 582 orang.
Saat ini, sisa badai siklon atau siklon tropis Senyar (34W) terletak di tenggara Kota Ho Chi Minh, Vietnam, pada Senin (1/12). Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3 meter (10 kaki).
34W terletak 556 km di tenggara Kota Ho Chi Minh, dan telah bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 19 km per jam (10 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Meski telah melemah dibawah kekuatan siklon tropis, JTWC akan terus memantau secara ketat sistem ini untuk melihat tanda-tanda regenerasi.
Menurut JTWC kisah Senyar yang kini disebut 34W di Laut Cina Selatan menakjubkan dan belum pernah terjadi sebelumnya.
BMKG mengatakan siklon tropis Senyar yang mendarat di Aceh dan Sumatra Utara pada Rabu (26/11) tergolong tidak umum atau jarang terjadi di Selat Malaka. Indonesia memang berada dekat garis ekuator yang secara teori kurang mendukung terbentuknya atau dilintasi siklon tropis.
Trek Senyar
Catatan Darilaut.id Senyar berkembang dari bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka pada minggu ke-3 bulan November. Pada Minggu (23/11) bibit 95B terletak di timur laut Lhokseumawe, Aceh, atau selatan Phuket, Thailand.




