“Diduga saat berlayar, kapal nelayan tersebut dihantam ombak besar setinggi 2-4 meter yang mengakibatkan kecelakaan kapal,” kata Hangki.
Setelah kejadian, kapal cepat Express Bahari tujuan Rote-Kupang yang sedang melintas menginformasikan kepada Stasiun Radio Pantai bahwa ada kapal nelayan yang tenggelam dan meminta segera dikirimkan bantuan evakuasi dan pencarian.
Kapal cepat Express Bahari melihat ada 2 orang yang mengapung di atas air. Kemudian memberikan pertolongan dan dibawa ke Pelabuhan Tenau Kupang.
Tiba di Pelabuhan Tenau, tim yang terdiri dari personil KSOP Kupang, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) langsung membawa korban selamat ke Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara.
Pada saat yang bersamaan, kapal patroli KNP 340 milik Kantor KSOP Kelas III Kupang, serta kapal Basarnas Antareja segera menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
Menurut Hangki, kapal patroli KNP 340 melakukan penyisiran di daerah Tablolong dan daerah Pulau Kambing. Sementara kapal Basarnas Antareza menyisir di Perairan Pukuafu.
Pada Minggu sore sekitar pukul 16.11 WITA kapal Basarnas menemukan 2 orang korban meninggal dunia.





Komentar tentang post