BELUM banyak yang diketahui tentang spesies paus Kogia. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ditempat lain di dunia.
Jarang yang melakukan penelitian khusus paus Kogia ini. Kalau pun ada hasil penelitian dan laporan, masih terbatas pada kasus-kasus terdampar.
Karena itu, keberadaan paus Kogia masih dengan status kurang data (DD, Data Deficient).
Bila dilihat sepintas, paus Kogia mirip dengan lumba-lumba. Padahal, spesies ini tidak masuk dalam famili Delphinidae.
Paus Kogia yang hanya terdiri dari dua spesies masuk keluarga Kogiidae. Dua spesies tersebut, Kogia breviceps (Pygmy Sperm Whale) dan Kogia sima (Dwarf Sperm Whale).
Saat berada di laut, sulit membedakan dua spesies tersebut. Sebagai gambaran, paus Kogia breviceps bagian kepala dengan moncong bundar, sedangkan Kogia sima moncongnya lebih tajam.

Pada Kamis (16/1) seekor paus Kogia sima ditemukan terdampar dan mati di pantai Desa Sinar Laut, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Paus Kogia ini dalam kondisi hamil.
Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Fisheries, di belahan bumi selatan, musim melahirkan paus Kogia sima di bulan Desember hingga Maret.
Samudera Hindia dan perairan Indonesia lainnya termasuk belahan bumi selatan.
Paus Kogia mengandung, melahirkan, menyusui dan mengasuh anaknya. Masa kehamilan paus Kogia berkisar 9 bulan hingga 1 tahun. Panjang bayi Kogia yang dilahirkan 1 meter dengan berat 30 kilo gram.





Komentar tentang post