Pada Selasa (13/8) dan Rabu (14/8), KKP bekerjasama dengan proyek USAID Sustainable Ecosystem Advanced (USAID SEA) melaksanakan Final Consultative Workshop on Electronic and Small-Scale Fishing Logbook Development. Kegiatan yang berlangsung di Bogor ini, dengan fokus membahas rancangan revisi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 48 Tahun 2014 tentang Logbook Penangkapan Ikan.
Menurut Zulficar, data menjadi salah satu konsen dalam pembangunan perikanan Tangkap. Data ini merupakan hal yang sangat fundamental. Data yang valid akan berguna dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, misalnya sebagai bahan perumusan kebijakan pengelolaan perikanan, meningkatkan nilai kepatuhan Indonesia dalam perikanan regional (Regional Fisheries Management Organizations) atau RFMO.
“Ini adalah momentum emas untuk pembenahan data perikanan tangkap. Selain itu juga didorong adanya tuntutan pasar Internasional terkait ketelusuran data (treacibility) dan sertifikat hasil tangkapan ikan (catch certificate). Kemajuan informasi dan teknologi (IT) yang begitu pesat juga turut memberikan andil dan membuka ruang agar data bisa disandingkan dan disinergikan,” kata Zulficar.
Zulficar mengharapkan persoalan data perikanan tangkap ini harus dikawal bersama karena posisinya yang strategis. Untuk itu berbagai stakeholder harus bekerjasama saling mengisi gap-gap yang ada, misalnya USAID SEA bisa membantu dalam hal capacity building untuk nelayan.





Komentar tentang post