Wiratno mengatakan, Indonesia telah bekerja keras dan mengambil peran besar dalam penyelamatan keanekaragaman hayati global.
Namun demikian, dengan keragaman hayati di tingkat genetik, spesies, dan ekosistem yang tinggi pada kawasan konservasi daratan dan perairan masih tetap diperlukan dukungan kerjasama dan pendampingan para pihak. Termasuk partisipasi aktif dari masyarakat desa-desa penyangga Kawasan konservasi tersebut.
Aichi Target
Tahun 2020 merupakan “Super Year” bagi keanekaragaman hayati. Tahun ini berakhir Dekade Keanekaragaman Hayati 2011-2020 atau disebut Aichi Biodiversity Targets.
Target baru Biodiversity setelah tahun 2020 (Post 2020 Global Biodiversity Framework/GBF) sedang dinegosiasikan secara global guna mendukung Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan mewujudkan Visi 2050 “Living Harmony with Nature”.
Dalam siaran pers Rabu (30/9), Wiratno mengatakan Indonesia melakukan berbagai aksi-aksi di tingkat nasional, guna mendukung pencapaian Aichi Target. Capaian tersebut dituangkan dalam Laporan Nasional atau National Report ke-6 (Natrep-6) yang di sampaikan ke sekretariat CBD pada 2019.
Sekretariat CBD mencatat dan menyambut secara positif laporan Indonesia tersebut, dan catatan tersebut dimuat dalam Global Biodiversity Outlook ke 5 (GBO-5). GBO ke 5 tersebut, telah disebarluaskan dalam Sidang Special Subsidiary Body on Scientific, Technical, and Technological Advice (SBSTA) dan Subsidiary Body on Implementation (SBI), yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 15-18 September 2020.





Komentar tentang post