Ada 2.600 Spesies Ikan Karang di Kawasan Coral Triangle

Survei ikan karang dan terumbu karang di Halmahera, Maluku Utara. FOTO: GR ALLEN

Darilaut – Sampai saat ini jenis ikan karang yang tercatat di dunia lebih dari 5.000 spesies.

Ikan-ikan ini tersebar di wilayah tropis dan sub-tropis, yang terbentang dari wilayah Indo-Pasifik memanjang ke laut merah, bagian timur Afrika sampai ke Pulau Hawaii dan Easter Island.

Menurut Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Fione Yukita Yalindua, dari jumlah tersebut, tercatat ada sekitar 2.600 spesies ikan karang di wilayah segitiga terumbu karang (Coral Triangle). Diperkirakan jumlah spesies ikan karang ini masih lebih banyak lagi.

Yalindua menulis ini dalam jurnal Oseana, Volume 46, Nomor 1 Tahun 2021 dengan judul “Spesiasi dan Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang.”

Kawasan segitiga terumbu karang adalah bagian dari kawasan Indo-Pasifik yang merupakan salah satu lokasi dengan tingkat biodiversitas/ kenakeragaman ikan karang tertinggi di dunia.

Ikan karang merupakan ikan yang hidup pada wilayah pesisir sampai dengan kedalaman 200 m di sekitar terumbu karang dan hidup dari masa juvenile sampai dewasa di wilayah ini.

Tingginya tingkat keanekaragaman spesies ikan di habitat segitiga terumbu dipengaruhi oleh berbagai factor. Salah satunya adalah faktor biogeografi yang memiliki peran penting pada pembentukan diversitas ikan karang, melalui studi terbaru di bidang filogeni molekular pada beberapa dekade terakhir.

Keanekaragaman spesies dapat dijelaskan melalui konsep biogeografi yaitu gabungan faktor biologi evolusi seperti spesiasi, kekerabatan, endemisasi, kepunahan, serta faktor geologi dan iklim di masa lalu.

Biogeografi dan hipotesis terbentuknya spesies (spesiasi) merupakan kajian yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan dalam menjelaskan keanekaragaman spesies.

Sebab studi tentang proses evolusioner yang dikaitkan dengan distribusi geografis terbukti berperan penting dalam pembentukan pola sejarah biogeografis sehingga dapat menjelaskan proses evolusi dan perannya dalam membentuk diversitas pada area geografis tertentu.

Area geografis dengan tingkat diversitas yang tinggi dengan istilah pusat biodiversitas (biodiversity hotspot) seperti kawasan segitiga terumbu karang dapat menyediakan informasi dan kesempatan untuk mempelajari sejarah evolusi dan peran wilayah geografis dalam spesiasi karena memiliki data keanekaragaman yang besar, khususnya untuk keanekaragaman ikan karang.

Spesiasi yang termasuk dalam ranah biogeografi adalah salah satu hal penting dalam menjelaskan berbagai proses evolusi yang dengannya menjelaskan pembentukan spesies dalam situasi geografis yang berbeda.

Informasi terkait biogeografi dan spesiasi bermanfaat dalam memberikan informasi mengenai preservasi biodiversitas ikan di kawasan segitiga terumbu karang, karena dalam tujuan utama konservasi adalah tidak hanya untuk melindungi spesies yang ada sekarang, tetapi juga untuk melindungi proses alamiah yang berperan dalam pembentukan spesies baru.

Sumber:

Fione Yukita Yalindua, jurnal Oseana, Volume 46, Nomor 1 Tahun 2021 dengan judul “Spesiasi dan Biogeografi Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang.”

Exit mobile version