Ekosistem mangrove
Selain lamun, di hari yang berbeda mereka kembali melakukan monitoring pada ekosistem mangrove. Pendataan mangrove dilakukan di 9 titik. Masing-masing titik memiliki luas dan panjang 50 meter. Selain itu, dilakukan juga pengecekan suhu air, salinitas dan Potential Hydrogen (pH).
Di Torosiaje ditemukan 10 spesies mangrove dengan spesies masing-masing: Ceriops tagal, Avicennia alba, Bruguiera x dungarra, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Cordia subcordata, Xylocarpus granatum, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, dan Sonneratia alba.
Indeks kesehatan ekosistem mangrove bervariasi pada setiap tempat pengambilan sampel, mulai dari 36 persen hingga 64 persen. Dengan demikian, kondisi ekosistem mangrove di Torosiaje masuk pada kategori moderate dengan persentase 100 persen, yang artinya berada di tengah-tengah, tidak buruk tidak juga bagus.
“Setelah survei, kami langsung melihat hasilnya. Ke depan, ini akan menjadi data desa. Sehingga ketika kami mengunjungi tempat lain, atau ada yang berkunjung ke desa ini, kami bisa memperlihatkan kekayaan yang ada di Torosiaje lewat data,” ujar Husein.
Selain itu, temuan penebangan kayu atau cut-wood occurrence di titik pengambilan sampel dengan persentase 9 persen. Angka ini menunjukkan minimnya penebangan kayu di tempat pengambilan data. Sementara, temuan sampah atau garbage coverage di lokasi pendataan secara keseluruhan pada persentase 20.83 persen.




