Data sementara yang berhasil dihimpun, sebanyak 1.000 kepala keluarga dan 1.000 unit rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian muka air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.
Banjir tersebut memaksa sebagian warga terdampak memilih mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman.
BPBD Kabupaten Majene dan tim gabungan hingga kini masih melakukan penanganan bencana, antara lain melakukan pemantauan kondisi banjir, mengevakuasi warga terdampak dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna melakukan penanganan lebih lanjut.
Banjir dan tanah longsor menerjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah pada Rabu (26/10). Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras dan meluapnya debit air pada beberapa sungai hingga permukiman warga setempat.
Pusdalops BNPB mencatat hingga Rabu malam, banjir sudah mulai surut. Data sementara yang berhasil dihimpun terdapat 295 kepala keluarga / 1.177 jiwa terdampak dan 384 jiwa di antaranya memilih untuk mengungsi ke tempat lebih aman.
Kejadian ini juga menyebabkan 295 unit rumah warga dan 5 hektar lahan pertanian ikut terdampak. Hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa maupun luka akibat peristiwa ini.
Banjir dan tanah longsor ini berdampak pada tujuh desa, adapun lokasi terdampak ialah Desa Siwarak, Desa Gondang, Desa Tlahab Lor di wilayah Kecamatan Karangreja. Kemudian Desa Banjarsari dan Desa Limbasari yang berada di Kecamatan Bobotsari. Selanjutnya Desa Banjar Kerta di Kecamatan Karanganyar dan Desa Sukamaju wilayah Kecamatan Padarincang.





Komentar tentang post