Banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Sabtu lalu (14/10) masih berlangsung hingga Selasa (25/10).
Kondisi tersebut memaksa masyarakat masih bertahan di 20 titik pengungsian. Data BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat titik pengungsian berada di Kecamatan Arut Selatan dan Arut Utara.
Sejumlah titik penampungan di Arut Selatan berada pada fasilitas umum dan rumah kerabat. Total warga mengungsi 2.568 KK atau 7.533 jiwa.
Beberapa tempat yang dijadikan pos pengungsian tersebar di GOR Gawe Seroja, gedung PC NU, Indra Kencana lantai 3, TK rumah jabatan bupati, masjid Miftahul Jannah, TPA Qolbiah, Balai Pengajian Awaliyah, rumah RT 26, LPTQ, Pkm NP Lama, balai PKK, Futzal Heviza, Transito, Posyandu Brunei, GOR Desa Kumpai Batu Atas, dan GOR Desa Kumpai Batu Atas.
Sedangkan pengungsian di Kecamatan Arut Utara berada di rumah kerabat terdekat.
Bupati Kotawaringin Barat telah menetapkan perpanjangan status tanggap darurat penanganan bencana banjir di beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Arut Utara, Kotawringin Lama, Pangkalan Banteng, Arut Selatan, dan Kumai. Surat keputusan perpanjangan status tersebut tertuang dengan nomor 360/20/BPBD.IV.2/X/2022, terhitung selama 14 hari sejak 19 Oktober hingga 1 November 2022.





Komentar tentang post