Kondisi ini tentu saja memberikan pengaruh terhadap aktivitas masyarakat, khususnya selama periode arus balik lebaran.
Sebelumnya, pada 23–25 Maret 2026, BMKG mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Curah hujan tertinggi terpantau di Papua Tengah sebesar 119.2 mm/hari, Papua 64,6 mm/hari, Jawa Tengah 63,0 mm/hari, Jawa Barat 53,8 mm/hari, NTT 44,9 mm/hari, Jawa Timur 42,0 mm/hari, dan Lampung 36,0 mm/hari.
Kondisi ini dipengaruhi oleh masih aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan MJO spasial yang aktif timur Indonesia, adanya pola pertemuan serta perlambatan angin di beberapa wilayah, serta pemanasan yang cukup kuat pada siang hari yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Khusus di wilayah Jabodetabek, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga terpantau dalam beberapa hari terakhir, dengan curah hujan tertinggi antara lain di wilayah Jakarta Utara sebesar 60,0 mm/hari, Jakarta Barat 54,0 mm/hari, Bogor 53,8 mm/hari, Jakarta Selatan 40,0 mm/hari, Jakarta Timur 40,0 mm/hari, dan Jakarta Pusat 39,0 mm/hari.




