Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Analisis Rangkaian Bencana Geologis Himalaya yang Menghantam Nepal

redaksi
22 September 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Pegunungan Himalaya membentang melintasi Nepal. FOTO: UN NEPAL

Material yang runtuh tersebut jatuh sejauh sekitar 1.400 meter, dari ketinggian sekitar 5.150 meter di atas permukaan laut menuju dasar lembah di ketinggian sekitar 3.750 meter. Proses ini melepaskan energi dalam jumlah besar dan menghasilkan gelombang seismik yang pada awalnya terdeteksi sebagai sinyal yang menyerupai gempa bumi.

Longsoran batuan dan es tersebut kemudian memicu serangkaian proses lanjutan. Saat es, batuan, dan material rombakan bergerak cepat menuruni gunung, gesekan dan energi mekanis kemungkinan menyebabkan sebagian es gletser mencair, sehingga menghasilkan air lelehan dalam jumlah besar (Le Page, 26 Agustus 2026 [NewScientist]).

Ketika longsoran mencapai dasar lembah, material tersebut juga menghantam es yang terkubur; es ini kemungkinan mencair dan menambah volume air pada aliran banjir material rombakan tersebut.

Dengan demikian, banjir material rombakan yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh beberapa sumber air, termasuk lelehan es gletser, air yang tersimpan di bawah gletser dan di dalam lapisan tanah beku abadi (permafrost), es dan air yang terbawa di dalam material rombakan, serta air sungai yang terdorong di depan aliran tersebut.

Gelombang besar terdiri dari air, es, batuan, dan sedimen mencapai perbatasan Rasuwagadhi—yang terletak 22 km di bagian hilir—dalam waktu tujuh menit dengan kecepatan rata-rata 188 km per jam.

Halaman 2 dari 5
Sebelumnya123...5Selanjutnya
Tags: Bencana Geologis HimalayaEkosistem Pegunungan HimalayaNepalWorld Weather Attribution
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Para Pemimpin Muda Menyerukan Tindakan Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan

Next Post

Temuan Utama Bencana Geologis Himalaya, Kenaikan Suhu yang Cepat Perparah Kerusakan

Postingan Terkait

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

6 November 2026
KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Next Post
Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Temuan Utama Bencana Geologis Himalaya, Kenaikan Suhu yang Cepat Perparah Kerusakan

TERBARU

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

AmsiNews

REKOMENDASI

Presiden COP28: Saatnya Kita Bersatu Dengan Tanggung Jawab Besar

Tanah Longsor Terjadi di Beberapa Daerah, di Kota Ambon Satu Orang Meninggal Dunia

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

IUU Fishing Menyebabkan Kerugian Lebih US$10 Miliar Tiap Tahun

Rekor Gelombang Panas Mengancam Masa Depan Pertanian Asia Selatan

Geoportal Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.