Angin Kencang Merusak Candi, Fasilitas Umum dan Rumah

Hujan disertai angin kencang di Kota Malang Jawa Timur, Senin (25/10). FOTO: BPBD Kota Malang/BNPB

Darilaut – Hujan disertai angin kencang menerjang wilayah Kota Malang (Provinsi Jawa Timur), Kabupaten Blora dan Kota Semarang (Jawa Tengah) dan Kabupaten Pesawaran (Lampung).

Di Kota Malang, peristiwa itu menyebabkan pohon tumbang serta beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan, Senin (25/10).

Laporan visual dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, beberapa pohon yang tumbang juga mengenai kabel dan memutus saluran listrik.

Kerusakan yang ditimbulkan atas peristiwa tersebut meliputi 1 bangunan Candi Penataran mengalami kerusakan, 1 baliho roboh, 1 portal jalan pesol rusak dan 1 kios toko kelontong rusak.

Sementara itu, wilayah yang terdampak adalah Kelurahan Blimbing di Kecamatan Polowijen dan Kelurahan Pokwaru di Kecamaran Mojolangu.

Angin kencang juga terjadi di Kabupaten Blora dan Kota Semarang. BPBD setempat menginformasikan insiden tersebut menyebabkan satu warga luka ringan di Blora.

Data BPBD pada Senin (25/10) mencatat rumah rusak berat 1 unit, rusak sedang 1 dan rusak ringan 1. Selain kerusakan di sektor pemukiman, kejadian tersebut merobohkan 1 unit tower pemancar komunikasi serta merusakkan kantor milik BPBD setempat dengan kategori rusak ringan.

Kejadian serupa menerjang tiga kecamatan yang tersebar di Kota Semarang, Jawa Tengah. Angin kencang dirasakan warga di wilayah Kelurahan Ponganan (Kecamatan Gunungpati), Kalipuncur (Ngaliyan) dan Ngemplak Simongan (Semarang Barat).

Peristiwa yang terjadi senin petang berdampak pada 4 unit rumah warga, sedangkan keluarga terdampak berjumlah 5 KK atau 16 jiwa. BPBD masih melakukan pendataan di lapangan terkait detail dampak paska angin kencang tersebut.

Di Kabupaten Pesawaran, angin kencang mengakibatkan lima rumah warga Minggu (24/10). Peristiwa terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur beberapa desa di Kecamatan Way Khilau, Pesawaran.

Desa yang terdampak antara lain Desa Kota Jawa, Mada Jaya dan Penengahan. Selain rumah rusak berat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran menginformasikan 18 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Selama periode 1 hingga 24 Oktober 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 kejadian angin kencang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Tercatat 5 warga mengalami luka-luka.

Dampak kerusakan material, BNPB mencatat 579 rumah warga rusak dengan kategori sedang hingga berat.

Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang, BNPB mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siaga. Saat terjadi angin kencang, masyarakat dapat berlindung di bangunan yang kokoh. Hindari berlindung pohon ataupun baliho karena dapat berpotensi tertimpa ketika berlindung atau berada di sekitarnya.

Di samping itu, pemerintah daerah dan masyarakat dapat memotong ranting pohon yang ada di ruang publik maupun di sekitar tempat tinggal. Pemangkasan ranting dapat mengurangi beban pohon atau mencegah tumbangnya pepohonan yang disebabkan hujan maupun angin kencang.

Exit mobile version