Fitoplankton menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Karena mereka membutuhkan energi matahari, fitoplankton ditemukan di dekat permukaan air.
Zooplankton meliputi hewan mikroskopis (krill, siput laut, cacing pelagis, dll.), anak invertebrata dan ikan yang lebih besar, dan perenang lemah seperti ubur-ubur.
Sebagian besar zooplankton memakan fitoplankton, dan sebagian besar, pada gilirannya, dimakan oleh hewan yang lebih besar (atau oleh satu sama lain).
Krill mungkin merupakan jenis zooplankton yang paling terkenal sebagai komponen utama mangsa paus bungkuk, paus balin, dan paus biru.
Pada siang hari, zooplankton umumnya melayang di perairan yang lebih dalam untuk menghindari predator.
Namun pada malam hari, makhluk mikroskopis ini menjelajah ke permukaan untuk memakan fitoplankton.
Proses ini dianggap sebagai migrasi terbesar di Bumi, begitu banyak hewan yang melakukan perjalanan ini sehingga dapat diamati dari luar angkasa.
Plankton sangat penting bagi ekosistem laut, dan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungannya, termasuk suhu, salinitas, tingkat pH, dan konsentrasi nutrisi air, kata NOAA.
Misalnya, jika terdapat terlalu banyak nutrisi tertentu di dalam air, maka akan terjadi ledakan alga yang berbahaya seperti pasang merah.




