Gempa bermagnitudo 6 umumnya dikategorikan sebagai gempa kuat; gempa ini menghasilkan guncangan tanah 100 kali lebih kuat dibandingkan gempa bermagnitudo 4 dan melepaskan energi sekitar 1.000 kali lebih besar.
Gempa bermagnitudo 7 dikategorikan sebagai gempa besar yang berpotensi menyebabkan hilangnya banyak nyawa serta kerusakan parah pada bangunan dan infrastruktur. Gempa bumi dengan magnitudo 8 atau lebih diklasifikasikan sebagai gempa dahsyat dan dapat menyebabkan kehancuran yang hampir total di wilayah yang luas.
Magnitudo, kedalaman, jarak dari wilayah berpenghuni, kondisi tanah, serta kemungkinan memicu bencana sekunder—seperti tsunami dan tanah longsor—hanyalah beberapa dari sekian banyak faktor yang menentukan tingkat daya rusak dan dampak mematikan suatu gempa bumi.
Gempa Bumi Terbesar yang Pernah Tercatat
Gempa bumi paling dahsyat yang pernah tercatat adalah gempa bermagnitudo 9,5 yang melanda Valdivia, Chili, pada 22 Mei 1960, yang memicu tsunami di seluruh wilayah Samudra Pasifik.

Empat tahun kemudian, gempa bermagnitudo 9,2 melanda wilayah Prince William Sound di Alaska; ini merupakan gempa terkuat kedua yang pernah tercatat.
Pada 26 Desember 2004, gempa bermagnitudo 9,1 hingga 9,3 yang terjadi di lepas pantai Sumatra memicu tsunami yang menewaskan sekitar 228.000 orang di berbagai wilayah di sekitar Samudra Hindia.



