Sabtu, Oktober 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

redaksi
18 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

GAMBAR: AL JAZEERA

Di Mana Gempa Bumi Terjadi?

Zona paling aktif secara seismik di dunia—yang mencakup sekitar 90 persen dari total gempa bumi global—adalah Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Zona ini membentuk sabuk yang membentang dari wilayah barat benua Amerika hingga Timur Jauh Rusia, lalu turun ke Asia Tenggara dan Selandia Baru.

Cincin Api ini mencakup wilayah Jepang, Filipina, dan Indonesia.

Gempa bumi juga dapat terjadi di luar wilayah Cincin Api. Sabuk Alpide, yang membentang dari Jawa melewati pegunungan Himalaya hingga Turki dan wilayah Mediterania, menghasilkan 17 persen dari gempa-gempa terbesar di dunia; selain itu, gempa yang lebih jarang terjadi juga bisa muncul di sepanjang sesar kuno yang letaknya jauh dari batas lempeng.

Bagaimana Gempa Bumi Diukur?

Besaran gempa bumi diukur menggunakan skala magnitudo momen, yang mencerminkan energi yang dilepaskan dari sumber gempa.

Nilai magnitudo didasarkan pada skala logaritmik; artinya, setiap kenaikan satu angka bulat mewakili guncangan tanah yang kira-kira 10 kali lebih kuat dan pelepasan energi yang sekitar 32 kali lebih besar.

Sebagai gambaran, gempa dengan magnitudo 4 hingga 4,9 dikategorikan sebagai gempa ringan, namun tetap dapat menyebabkan kerusakan tertentu.

Gempa bermagnitudo 5 menghasilkan guncangan tanah 10 kali lebih kuat dibandingkan gempa bermagnitudo 4, melepaskan energi sekitar 32 kali lebih besar, serta dapat menyebabkan kerusakan tingkat sedang pada bangunan.

Halaman 4 dari 6
Sebelumnya1...3456Selanjutnya
Tags: Gempa BumiGempa KolombiaGempa NTTGempa SaranganiGempa Venezuela
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Next Post

Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

Postingan Terkait

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

3 Oktober 2026
BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

Kondisi Kering Tinggi Jumlah Titik Panas

3 Oktober 2026

Dua Tahun Wakil Gorontalo di Senayan

PANDI Inisiasi AI SIRT Tangani Abuse AI dan Bangun Analitik.id

Awal Oktober El Niño Sangat Kuat di Samudra Pasifik

Sidang MK Soal Keabsahan Syarat Pendidikan Gibran dan Pasal 18 Ayat (3) Tidak Ada Saat Uji Publik

Mahasiswa FMIPA UNG Raih Medali Emas Kompetisi Chemistry Education Innovation 2026

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Next Post
Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

TERBARU

Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

Kondisi Kering Tinggi Jumlah Titik Panas

Dua Tahun Wakil Gorontalo di Senayan

PANDI Inisiasi AI SIRT Tangani Abuse AI dan Bangun Analitik.id

Awal Oktober El Niño Sangat Kuat di Samudra Pasifik

Sidang MK Soal Keabsahan Syarat Pendidikan Gibran dan Pasal 18 Ayat (3) Tidak Ada Saat Uji Publik

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Darian Terbentuk di Dekat Kepulauan Cocos, Samudra Hindia

Grafik Krisis Iklim: Gas Rumah Kaca

Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menhub: Pastikan Pemeriksaan Pesawat Sebelum Beroperasi

Gerhana Bulan Warna Merah Terlihat di Gorontalo

Pemilu 2024 Tinggal 2000 Jam

Platform Baru Data Terbuka Pengetahuan Kelautan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.