Selasa, Agustus 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

redaksi
18 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

GAMBAR: AL JAZEERA

Di Mana Gempa Bumi Terjadi?

Zona paling aktif secara seismik di dunia—yang mencakup sekitar 90 persen dari total gempa bumi global—adalah Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Zona ini membentuk sabuk yang membentang dari wilayah barat benua Amerika hingga Timur Jauh Rusia, lalu turun ke Asia Tenggara dan Selandia Baru.

Cincin Api ini mencakup wilayah Jepang, Filipina, dan Indonesia.

Gempa bumi juga dapat terjadi di luar wilayah Cincin Api. Sabuk Alpide, yang membentang dari Jawa melewati pegunungan Himalaya hingga Turki dan wilayah Mediterania, menghasilkan 17 persen dari gempa-gempa terbesar di dunia; selain itu, gempa yang lebih jarang terjadi juga bisa muncul di sepanjang sesar kuno yang letaknya jauh dari batas lempeng.

Bagaimana Gempa Bumi Diukur?

Besaran gempa bumi diukur menggunakan skala magnitudo momen, yang mencerminkan energi yang dilepaskan dari sumber gempa.

Nilai magnitudo didasarkan pada skala logaritmik; artinya, setiap kenaikan satu angka bulat mewakili guncangan tanah yang kira-kira 10 kali lebih kuat dan pelepasan energi yang sekitar 32 kali lebih besar.

Sebagai gambaran, gempa dengan magnitudo 4 hingga 4,9 dikategorikan sebagai gempa ringan, namun tetap dapat menyebabkan kerusakan tertentu.

Gempa bermagnitudo 5 menghasilkan guncangan tanah 10 kali lebih kuat dibandingkan gempa bermagnitudo 4, melepaskan energi sekitar 32 kali lebih besar, serta dapat menyebabkan kerusakan tingkat sedang pada bangunan.

Halaman 4 dari 6
Sebelumnya1...3456Selanjutnya
Tags: Gempa BumiGempa KolombiaGempa NTTGempa SaranganiGempa Venezuela
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Postingan Terkait

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

18 Agustus 2026
8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

Tsunami Akibat Gempa NTT di Laut Flores M 7,7 Menjangkau 16 Lokasi 4 Provinsi

18 Agustus 2026

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Mahasiswa Baru Fakultas Sastra dan Budaya UNG Memperoleh Pemahaman Mengenai Riset dan Kolaborasi International

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

TERBARU

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Tsunami Akibat Gempa NTT di Laut Flores M 7,7 Menjangkau 16 Lokasi 4 Provinsi

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Mahasiswa Baru Fakultas Sastra dan Budaya UNG Memperoleh Pemahaman Mengenai Riset dan Kolaborasi International

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 96P Melintasi Kepulauan Tanimbar Maluku

Berbulan-bulan Izin Kapal Ikan Terkatung-katung

PT Pelni Terapkan Kehidupan Normal Baru

Hari Ini, Kapal Berlayar di Perairan Indonesia Mulai Aktifkan AIS

Kasus Monkeypox Menyebar di 48 Negara, WHO Mengadakan Pertemuan Ahli

Suhu permukaan laut Komponen Penting Dalam Sistem Iklim

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.