Di Mana Gempa Bumi Terjadi?
Zona paling aktif secara seismik di dunia—yang mencakup sekitar 90 persen dari total gempa bumi global—adalah Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Zona ini membentuk sabuk yang membentang dari wilayah barat benua Amerika hingga Timur Jauh Rusia, lalu turun ke Asia Tenggara dan Selandia Baru.
Cincin Api ini mencakup wilayah Jepang, Filipina, dan Indonesia.
Gempa bumi juga dapat terjadi di luar wilayah Cincin Api. Sabuk Alpide, yang membentang dari Jawa melewati pegunungan Himalaya hingga Turki dan wilayah Mediterania, menghasilkan 17 persen dari gempa-gempa terbesar di dunia; selain itu, gempa yang lebih jarang terjadi juga bisa muncul di sepanjang sesar kuno yang letaknya jauh dari batas lempeng.
Bagaimana Gempa Bumi Diukur?
Besaran gempa bumi diukur menggunakan skala magnitudo momen, yang mencerminkan energi yang dilepaskan dari sumber gempa.
Nilai magnitudo didasarkan pada skala logaritmik; artinya, setiap kenaikan satu angka bulat mewakili guncangan tanah yang kira-kira 10 kali lebih kuat dan pelepasan energi yang sekitar 32 kali lebih besar.
Sebagai gambaran, gempa dengan magnitudo 4 hingga 4,9 dikategorikan sebagai gempa ringan, namun tetap dapat menyebabkan kerusakan tertentu.
Gempa bermagnitudo 5 menghasilkan guncangan tanah 10 kali lebih kuat dibandingkan gempa bermagnitudo 4, melepaskan energi sekitar 32 kali lebih besar, serta dapat menyebabkan kerusakan tingkat sedang pada bangunan.



