Meski rentan, Dony menegaskan kawasan gambut bukan berarti sama sekali tidak dapat dimanfaatkan. Kuncinya adalah mempertahankan kondisi basah dan memilih komoditas yang sesuai dengan karakteristik alaminya.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah paludikultur, yakni budidaya tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan rawa atau gambut basah.
Berbagai tanaman asli gambut memiliki potensi ekonomi tanpa harus mengubah kondisi hidrologi secara drastis. Selama kita bisa menjaga gambut tetap basah, dia bisa dimanfaatkan. Banyak tanaman asli gambut yang sebenarnya dapat dimanfaatkan, kata Dony.
Menurut Dony, nilai pemanfaatan tersebut perlu dilihat secara lebih luas, tidak hanya dengan membandingkan keuntungan ekonomi langsung antar-komoditas.
Fungsi penyimpanan karbon, pengaturan air, keanekaragaman hayati, hingga potensi bioprospeksi merupakan bagian dari nilai ekosistem gambut.
BRIN telah melakukan berbagai riset terkait gambut, mulai dari rehabilitasi dan restorasi ekosistem, keanekaragaman hayati dan bioprospeksi, hingga pengembangan teknologi penanganan kebakaran.
Pengetahuan tersebut diperlukan untuk memastikan kebijakan pengelolaan gambut sesuai dengan karakteristik ekologisnya.
Rencana pembentukan badan pengelola gambut dan mangrove nasional saat ini masih dalam proses pembahasan pemerintah. Kelembagaan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan bencana serta pengelolaan gambut berbasis desa dan lanskap, kata Dony.



