Jakarta – Seluruh awak kapal perikanan KM Aleluya yang hanyut hingga perairan Palau dan Guam, tiba di Manado, Minggu (8/9).
Ke 8 awak masing-masing Elieser Manoka, Rizky Rahim, Jufri Lalele, Musbal Mabiang, Jon Manuahe, Lesianus Baghiu, Alfri Frans dan Rival Frans. Mereka tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado pukul 11.45 Wita. Seluruh awak kapal dijemput istri, anak, pemilik kapal dan tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado.
KM Aleluya yang membawa 9 awak kapal termasuk nakhoda dilaporkan hilang pada 27 Juli lalu. Korban pertama, Rahmat Bakus, sudah tiba di Manado pada 22 Agustus lalu. Sementara 8 korban lainnya tiba di Manado hari ini.
Informasi hilangnya kapal ini diterima Basarnas Manado 28 Juli. Berdasarkan laporan yang diterima diketahui KM Aleluya mati mesin di perairan Sulawesi Utara.
Setelah melakukan pencarian berhari-hari, operasi sempat dihentikan dan ditutup. Namun Kantor SAR Manado tetap melakukan pemantauan apabila ada tanda-tanda dari KM Aleluya operasi di buka kembali.
Rabu (14/8) pukul 09.00, Rahmat Bakus ditemukan oleh kapal N03 Kinseimaru dan kemudian di evakuasi ke pelabuhan Naha Okinawa, Jepang.
Kamis (15/8) pukul 09.00 diterima info dari RCC Guam bahwa 8 awak KM Aleluya telah ditemukan selamat. Mereka kemudian diserahkan ke US Coast Guard yang sedang melakukan patrol dan selanjutnya dievakuasi ke negara Republik Palau.
Sementara itu Kapal Aleluya ditarik oleh US Patrol Coast Guard dan dipantau oleh RCC Guam menuju pelabuhan Palau.
Kepala Kantor Basarnas Manado Gede Darmada, mengapresiasi seluruh yang terlibat khususnya KBRI di Palau dan Jepang yang membantu pemulangan ke 9 korban KM Aleluya dan pihak terkait lain yang membantu dari proses pencarian hingga pemulangan para korban.*
