Kemudian diusulkan menjadi Babyrousa celebensis, B. togeanensis, B. babyrussa, dan B. bolabatuensis.
Suaka Margasatwa Nantu di Provinsi Gorontalo, salah satu tempat hidup babirusa di Pulau Sulawesi. Kawasan ini memiliki luas 51.639 hektare, yang terletak di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.
Penetapan hutan konservasi melalui SK Menhut Nomor 990/Menhut-II/2013, tanggal 27 Desember 2013. Selajutnya, penetapan kawasan sesuai SK Menhut Nomor 3209/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 17 April 2014.
Potensi flora di kawasan ini di antaranya, pangi (Pangium edule), Ampupu (Eucalyptus alba), Beringin (Ficus sp), Cempaka (Elmerillia spp), linggua (Pterocarpus indicus), Nantu (Palaquium sp), buyur (Pterospermum sp), gopasa (Vitex govasus), aras, bintangur (Callophylum sp). Kemudiam, kenanga (Cananga odorata), mahoni (Swetenia sp), rotan (Calamus sp), meranti (Shorea sp), leda (Eucalyptus deglupta), woka (Livinstonia rotundufolia), rao (Dracontomelon dao), serta berbagai tumbuhan lainnya.
Habitat beberapa jenis tumbuhan bawah yang dilindungi berdasarkan Daftar Merah IUCN, Vulnerable (VU) atau Rentan, seperti Vitex parviflor, Pterospermum celebicum, Livinstonia rotundufolia, dan Madhuca betis, serta tumbuhan Arenga pinata (SK Mentan Nomor 52 tahun 1972).




