Darilaut – Sebagian besar Eropa mengalami badai beruntun Januari 2026. Sementara di Libya Januari 2026 mengalami kondisi cuaca buruk yang menyebabkan langit berwarna kuning.
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) curah hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi menyebabkan gangguan perjalanan dan banjir di banyak negara.
Kondisi ini mulai dari Irlandia dan Inggris di barat hingga Portugal dan Spanyol, serta seluruh wilayah Mediterania.
Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional mengeluarkan beberapa peringatan, termasuk peringatan bahaya tingkat tertinggi bagi kehidupan.
Deutscher Wetterdienst, salah satu pusat pemantauan iklim regional WMO di Eropa, mengeluarkan peringatan iklim terbaru pada 27 Januari tentang curah hujan di atas rata-rata di sebagian Greenland, Eropa Barat Laut dan Barat, serta wilayah Mediterania dalam dua minggu ke depan.
Total curah hujan mingguan absolut sebagian besar akan berkisar antara 25–100 mm, di tempat-tempat terbuka secara lokal di atas 100 mm.
Disebutkan pula udara dingin Arktik akan menyebar lagi terutama di Eropa Utara dan Timur Laut dalam beberapa minggu mendatang.
Daerah yang terkena dampak termasuk Norwegia, Swedia, Finlandia, Rusia Eropa (utara), Estonia, Latvia, Lithuania, Belarus (utara).
Langit Menguning di Libya
Wilayah Libya berbatasan dengan Laut Mediterania di utara. Pada 19 dan 20 Januari 2026 wilayah timur laut Libya mengalami kondisi cuaca buruk yang menyebabkan langit menguning.
Pusat Meteorologi Nasional Libya mengatakan wilayah ini dilanda angin tenggara kencang dengan kecepatan antara 50 hingga 80 km per jam.
Embusan angin mencapai hingga 100 km per jam di Stasiun Pengamatan Bandara Benina.
Angin ini mengaduk debu dan pasir yang tebal, mengurangi jarak pandang horizontal hingga hampir hilang total atau nol jarak pandang di beberapa daerah, khususnya di Dataran Benghazi, Al-Marj, dan wilayah Teluk.
Kondisi cuaca buruk ini juga menyebabkan kerusakan struktural dan lingkungan yang signifikan. Runtuhnya beberapa dinding bangunan, menara listrik, dan papan reklame, tumbangnya pohon, dan kerusakan pada kendaraan.
Sekolah dan lembaga pemerintah di wilayah timur telah ditutup sejak Senin.
Komite Krisis di wilayah ini mendesak masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bepergian, dan mematuhi instruksi dari pihak berwenang terkait. Komite tersebut juga mengumumkan kematian dua warga.
Sebelumnya, pada tanggal 17 Januari Pusat Meteorologi Nasional (NMC) Libya mengeluarkan peringatan dini (Peringatan Oranye Parah untuk Wilayah ini), dan menyebarluaskannya kepada sektor publik dan melalui media, mendesak mereka untuk lebih berhati-hati dan waspada.
